MONOCHROME.
News

"Onigiri Maut" di Menu MBG, 43 Siswa Cimahi Tumbang, Pemkot Bekukan Vendor

S
Syadzili
February 27, 20263 min read
Kasus keracunan massal puluhan siswa di Cimahi yang diduga berasal dari menu program Makan Bergizi Gratis
Program andalan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang memperbaiki gizi pelajar justru berujung petaka di Kota Cimahi.

CIMAHI, Jumat (27/02/2026). Program andalan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang memperbaiki gizi pelajar justru berujung petaka di Kota Cimahi. Hingga hari ini, Jumat, 27 Februari 2026, tercatat 43 orang, mayoritas siswa TK, SD, dan SMP, harus dilarikan ke tiga rumah sakit berbeda akibat keracunan massal. Insiden ini memaksa Pemerintah Kota Cimahi mengambil langkah drastis dengan menutup operasional dapur penyedia makanan.

Tragedi bermula pada Rabu, 25 Februari 2026, saat paket menu berbuka puasa (iftar) dibagikan. Paket tersebut berisi onigiri (nasi kepal) ayam, telur rebus, apel, kurma, dan susu. Alih-alih kenyang, puluhan siswa justru mengalami gejala klinis akut seperti mual, pusing, hingga muntah hebat hanya beberapa jam setelah konsumsi.

Jalur Merah: Dari Dapur ke Ruang IGD

Berdasarkan penelusuran data di lapangan, lonjakan pasien terjadi sejak Rabu malam hingga Kamis pagi. Dinas Kesehatan Kota Cimahi mengonfirmasi bahwa sebaran korban mencakup lima institusi pendidikan, termasuk SDN Cimahi Mandiri 4 dan SDN Karangmekar Mandiri 1.

Fakta mengejutkan terungkap dari kondisi fisik makanan. Beberapa saksi mata, termasuk tenaga pendidik, mencium aroma tidak wajar pada menu utama nasi kepal tersebut sebelum dikonsumsi siswa.

Kepala SDN Cimahi Mandiri 4, Eka Nugrahawati, memberikan kesaksian kunci mengenai kualitas makanan yang diterima sekolahnya.

"Kata saya, ini udah bau, jadi saya simpen aja di sekolah. Cuman emang dari tadi pagi tuh bau asem-asem gitu si nasi onigiri-nya itu tuh," ujar Eka saat ditemui di RSUD Cibabat, Rabu (25/02/2026).

Keluhan serupa datang dari Erika Tika Sari, Guru SDN Karangmekar Mandiri 1 yang turut menjadi korban. Ia mengaku menyantap makanan tersebut pada Rabu siang sepulang sekolah.

"Saya makan jam 13.30 WIB sepulang sekolah... Saya makan onigirinya aja, tapi enggak abis karena kaya ada bau gosong gitu," ungkap Erika, yang kemudian mengalami gejala keracunan dua jam berselang.

Respons Otoritas: Pembekuan Vendor SPPG

Menanggapi eskalasi kasus ini, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, melakukan inspeksi mendadak ke RSUD Cibabat dan secara resmi mengumumkan penghentian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekar 002, vendor yang bertanggung jawab atas distribusi paket tersebut.

Dalam keterangan persnya pagi ini, Jumat, 27 Februari 2026, Ngatiyana menegaskan tidak ada toleransi bagi kelalaian standar keamanan pangan.

"Sementara dihentikan, tidak operasional, diberhentikan dulu, tidak boleh operasional," tegas Ngatiyana.

Ia merinci bahwa dari 43 korban, penanganan medis terbagi di tiga lokasi vital: 33 pasien di RSUD Cibabat, 5 di RS Mitra Kasih, dan 5 di RS Dustira. Sebagian besar pasien telah diperbolehkan pulang, namun 7 pasien di RSUD Cibabat masih dalam tahap observasi ketat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, menjelaskan bahwa pola keracunan ini konsisten dengan intoksikasi makanan yang terkontaminasi bakteri, mengingat jeda waktu konsumsi dan munculnya gejala.

"Rata-rata memang muntah sama mual dan pusing. Ada dibagi makanan dari SPPG dan ada yang dimakan setelah buka dan untuk anak-anak kecil barangkali ada yang dimakan di posisi siang jam 11 atau jam 12," papar Mulyati.

Masa Depan Program MBG di Cimahi

Insiden ini menjadi tamparan keras bagi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di tingkat daerah. Temuan awal menunjukkan bahwa SPPG yang memproduksi 2.662 paket menu tersebut diduga belum mematuhi standar Laik Higiene Sanitasi secara menyeluruh untuk menu basah seperti onigiri yang rentan basi.

Pemerintah Kota Cimahi kini tengah menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan dari Labkesda Jawa Barat untuk memastikan jenis patogen penyebab keracunan. Sementara itu, evaluasi total terhadap seluruh vendor penyedia MBG diinstruksikan segera dilakukan untuk mencegah terulangnya "Onigiri Maut" di kemudian hari.

Bagikan: