MONOCHROME.
News

Persiapan Pengamanan Arus Mudik Lebaran melalui Operasi Ketupat 2026

S
Syadzili
February 28, 20263 min read
Operasi Ketupat 2026: Menhub Prediksi 144 Juta Pemudik, Tol "Sirip" Trans Jawa Jadi Pertaruhan Baru
elombang mudik Lebaran 2026 (1447 H) diproyeksikan menjadi salah satu migrasi manusia terbesar dalam sejarah transportasi

JAKARTA, Sabtu 28 Februari 2026 – Gelombang mudik Lebaran 2026 (1447 H) diproyeksikan menjadi salah satu migrasi manusia terbesar dalam sejarah transportasi nasional, dengan estimasi pergerakan mencapai 144 juta orang. Menghadapi tantangan ini, Pemerintah bersama Polri mematangkan skema "Operasi Ketupat 2026" yang tidak hanya mengandalkan rekayasa lalu lintas konvensional, tetapi juga mempertaruhkan efektivitas ruas-ruas tol baru yang beroperasi secara fungsional di ujung timur dan tengah Pulau Jawa.

Dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang digelar di Jakarta, Jumat (27/2), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa meski angka prediksi sedikit melandai dibanding lonjakan pasca-pandemi tahun lalu, volume kendaraan pribadi diprediksi tetap mendominasi jalur darat.

Eskalasi Pergerakan dan Strategi "FWA"

Data Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub menunjukkan pergeseran pola perjalanan. Selain mengandalkan cuti bersama yang telah ditetapkan dalam SKB 3 Menteri, pemerintah tahun ini secara agresif mendorong sektor swasta menerapkan Flexible Working Arrangement (FWA) lebih awal.

"Jadi walaupun ada sedikit penurunan sebesar 1,7% (dibanding tahun lalu), namun ini tidak mengurangi kewaspadaan kami. Melihat tahun kemarin, realisasi di lapangan seringkali melampaui survei," ujar Dudy Purwagandhi dalam keterangan persnya, Jumat (27/2).

Ia menambahkan, "Kami berasumsi bahwa pada 2026, dengan mempertimbangkan hari libur yang cukup panjang dan penerapan kebijakan flexible working arrangement, periode pergerakan masyarakat dapat berlangsung lebih cair, tidak menumpuk di satu titik tanggal."

Pertaruhan Infrastruktur: Jogja-Bawen dan Probowangi

Sorotan utama Operasi Ketupat 2026 tertuju pada dua "sirip" baru Trans Jawa: Tol Yogyakarta-Bawen dan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi).

Di Jawa Tengah, ruas Tol Jogja-Bawen Seksi 1 (Sleman-Banyurejo) dan Seksi 6 (Ambarawa-Bawen) ditargetkan menjadi pengurai "neraka macet" di segitiga Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang). Dinas Perhubungan DIY memprediksi beban lalu lintas yang masif menuju wilayahnya.

"Kurang lebih sekitar 8 jutaan orang berkendara di DIY saat libur Lebaran 2026," ungkap Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, di Yogyakarta, Jumat (27/2). Ia menegaskan bahwa sosialisasi jalur alternatif di sekitar exit toll fungsional akan digencarkan untuk mencegah bottleneck di jalan arteri.

Sementara itu, di ujung timur Jawa, ruas Tol Probowangi segmen Gending-Besuki dikebut untuk bisa dilintasi pemudik mulai H-10 Lebaran (sekitar 10 Maret 2026). Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat meninjau lokasi proyek pada Kamis (26/2), memastikan kesiapan jalur tersebut.

"Semua sedang dalam tahap finalisasi. Kami masih memiliki waktu kurang dari dua pekan menuju target H-10 Lebaran. Teman-teman di lapangan bekerja 24 jam nonstop untuk memastikan ini siap," tegas Emil.

Ia optimis ruas ini akan mengubah peta kemacetan di jalur Pantura Situbondo yang selama ini menjadi momok bagi pemudik tujuan Bali dan Nusa Tenggara. "Pembukaan secara fungsional Tol Gending-Paiton ini sangat ditunggu warga karena bisa memangkas jarak waktu tempuh sekaligus menekan kemacetan," tambahnya.

Operasi Ketupat: Integrasi Teknologi

Polri melalui Korlantas juga menyiapkan skema Dynamic Contraflow dan One Way yang lebih adaptif berbasis traffic counting AI (Kecerdasan Buatan). Berbeda dengan tahun 2024 atau 2025 yang jadwalnya kaku, tahun ini durasi rekayasa lalu lintas di Tol Cikampek-Kalikangkung akan sangat bergantung pada volume real-time.

Kementerian Perhubungan bersama Korlantas Polri juga akan memperketat pembatasan angkutan barang sumbu tiga ke atas mulai H-7 Lebaran, kecuali untuk pengangkut bahan pokok dan BBM.

Dengan Idul Fitri 1447 H yang diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 (versi Muhammadiyah) atau Sabtu, 21 Maret 2026 (prediksi Pemerintah), puncak arus mudik diprediksi akan terjadi mulai akhir pekan kedua Maret. Masyarakat diimbau untuk memastikan kelaikan kendaraan dan saldo e-toll yang mencukupi, mengingat panjangnya rute baru yang tersedia tahun ini.

Bagikan: