MONOCHROME.
News

Pertemuan Bilateral Presiden Prabowo dan Presiden MBZ di Abu Dhabi Perkuat Investasi

S
Syadzili
February 27, 20263 min read
Pertemuan bilateral Presiden Prabowo dan Presiden MBZ di Abu Dhabi perkuat investasi
Pertemuan membahas kerja sama peningkatan investasi. Hubungan bilateral akan terus ditingkatkan. UAE ingin meningkatkan investasinya di Indonesia,

Abu Dhabi, 27 Februari 2026. Di bawah naungan langit senja Abu Dhabi yang hangat, diplomasi Indonesia kembali menancapkan jangkar strategisnya di Timur Tengah. Pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), yang berlangsung di Istana Qasr Al Bahr kemarin, Kamis (26/2/2026), bukan sekadar seremonial diplomatik, melainkan sinyal tegas penguatan poros ekonomi kedua negara.

Dalam suasana yang digambarkan "intim dan kekeluargaan" serta diwarnai dengan buka puasa bersama (iftar) di tengah bulan suci Ramadan, kedua pemimpin menyepakati percepatan realisasi investasi jumbo, khususnya di sektor energi dan infrastruktur. Pertemuan ini menjadi puncak dari rangkaian lawatan luar negeri Presiden Prabowo setelah sebelumnya mengunjungi Amerika Serikat dan Yordania.

Intimasi di Qasr Al Bahr

Berbeda dengan protokol kaku kenegaraan biasa, pertemuan kali ini digelar di taman terbuka Istana Qasr Al Bahr dengan formasi duduk melingkar, sebuah gestur yang dalam tradisi Arab menyimbolkan kesetaraan dan persaudaraan erat. Presiden MBZ menyambut langsung "sahabat lamanya" itu, menegaskan hubungan personal yang telah melampaui sekadar urusan birokrasi.

Data menunjukkan urgensi pertemuan ini: volume perdagangan bilateral tercatat melonjak tajam menjadi US$6,4 miliar (sekitar Rp100 triliun) sepanjang tahun 2025, naik signifikan dari US$5,1 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh implementasi penuh perjanjian Indonesia-UAE Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA).

Namun, fokus utama pembicaraan adalah investasi langsung. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, yang turut mendampingi Presiden, mengungkapkan bahwa UEA secara spesifik membidik sektor-sektor strategis yang belum tergarap maksimal.

Suara Istana: Komitmen Investasi Baru

Dalam keterangannya usai pertemuan, pihak Istana menegaskan bahwa Abu Dhabi siap menggelontorkan modal lebih besar. Berikut adalah kutipan asli dari Sekretaris Kabinet terkait hasil pembicaraan tertutup tersebut:

"Pertemuan membahas kerja sama peningkatan investasi. Hubungan bilateral akan terus ditingkatkan. UAE ingin meningkatkan investasinya di Indonesia," ujar Teddy Indra Wijaya di Abu Dhabi, Kamis (26/2/2026).

Pernyataan ini diperkuat dengan fakta masuknya arus modal UEA sebesar US$169,7 juta pada tahun 2025, yang menempatkan negara Teluk tersebut sebagai salah satu investor asing paling agresif di Indonesia. Sektor pertambangan emas di Papua dan proyek energi terbarukan di Jawa Barat menjadi dua dari sekian banyak portofolio yang dibahas.

Masa Depan: Poros Jakarta-Abu Dhabi

Pertemuan empat mata (tête-à-tête) yang menutup kunjungan tersebut menyepakati peta jalan baru untuk 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Selain energi fosil, kedua pemimpin sepakat memperluas kerja sama ke sektor teknologi masa depan, termasuk hilirisasi mineral kritis dan ketahanan pangan.

Bagi Indonesia, komitmen MBZ ini adalah "angin segar" di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dengan fondasi kepercayaan personal yang kuat antara Prabowo dan MBZ, realisasi janji investasi ini diprediksi akan berjalan lebih cepat, tanpa hambatan birokrasi yang berarti.

Bagikan: