Sabtu, 7 Maret 2026 — Dunia musik Indonesia hari ini kehilangan salah satu talenta paling cerdas dan inspiratifnya. Oxavia Aldiano, yang dikenal publik sebagai Vidi Aldiano, telah berpulang pada usia 35 tahun. Bukan hanya karena nada-nadanya yang menghiasi tangga lagu selama lebih dari 15 tahun, tetapi Vidi akan dikenang karena keberaniannya yang luar biasa dalam mengubah ruang perawatan kanker menjadi panggung perjuangan hidup. Kepergiannya sore ini menandai akhir dari enam tahun pertempuran fisik yang melelahkan namun penuh martabat melawan kanker ginjal stadium lanjut.
Kronologi Akhir Sebuah Perjuangan
Berdasarkan konfirmasi yang diterima dari pihak keluarga dan manajemen, pelantun "Nuansa Bening" ini mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu sore, 7 Maret 2026, pukul 16.33 WIB. Vidi meninggal dunia di tengah kehangatan keluarganya yang mendampingi hingga detik terakhir.
Kabar duka ini pertama kali menyebar melalui pesan berantai di kalangan awak media yang dikirimkan oleh pihak keluarga. Pesan tersebut secara spesifik menyebutkan identitas asli sang musisi dan momen kepulangannya:
"Telah wafat anak saya: OXAVIA ALDIANO bin HARRY APRIANTO. Vidi wafat didampingi seluruh keluarga besar yang ikhlas akan kepergiannya menghadap Alloh SWT, 7 Maret jam 16.33. Selamat Jalan Menuju Cahaya Ilahi Nak."
Penyakit yang diderita Vidi bermula pada Desember 2019 ketika ia didiagnosis mengidap kanker ginjal. Setelah menjalani operasi pengangkatan ginjal kiri di Singapura, ia sempat dinyatakan membaik. Namun, pada 2021, sel kanker tersebut kembali menyebar (metastasis) ke beberapa titik organ tubuh lainnya. Sejak saat itu, Vidi rutin menjalani prosedur kemoterapi yang dengan jenaka ia sebut sebagai "Spa Day" setiap tiga minggu sekali—sebuah eufemisme yang menunjukkan ketegaran mentalnya dalam menghadapi rasa sakit.
Suara Hati dari Lingkaran Terdekat
Gelombang duka langsung membanjiri media sosial tidak lama setelah kabar ini terkonfirmasi. Deddy Corbuzier, sahabat dekat sekaligus rekan kerja Vidi dalam program Podhub yang populer, menjadi salah satu figur publik pertama yang menyuarakan kesedihannya. Melalui akun Instagram pribadinya, Deddy mengunggah ilustrasi hati yang retak dengan latar hitam, disertai kutipan emosional yang menyayat hati:
"My heart is broken. Badly broken. You gone too soon… Beautiful soul… Vidi Aldiano. I hate my self for not knowing you longer than I should." — Deddy Corbuzier, Instagram, Sabtu 7 Maret 2026.
Penghormatan mendalam juga datang dari musisi senior Melly Goeslaw. Sosok yang kerap menjadi mentor bagi banyak penyanyi muda ini menuliskan doa perpisahan yang tulus, meyakini bahwa tempat terbaik telah menanti Vidi:
"Innalilahi wainnailaihi rojiun. Selamat jalan Vidi, selamat kembali ke pangkuan Allah SWT. Insyallah Surga Firdaus tempatmu." — Melly Goeslaw, Media Sosial, Sabtu 7 Maret 2026.
Warisan Semangat Sang Pejuang
Selama bertahun-tahun, Vidi menolak untuk didefinisikan oleh penyakitnya. Dalam sebuah unggahan lawas yang kini terasa semakin pedih sekaligus menguatkan, Vidi pernah menegaskan identitasnya bukan sebagai pasien, melainkan sebagai pejuang.
"It's been a third year where I'm a 'Cancer-warrior'... As long as I am still given the strength to fight this disease, I can't be cupu. I must continue to be able to live my life, and the bonus, hopefully, I can continue to work to be able to give a smile to all of you." — Vidi Aldiano, Instagram (Arsip 2023).
Hari ini, "Spa Day" terakhir Vidi telah usai. Tidak ada lagi jarum infus atau ruang tunggu rumah sakit. Yang tertinggal kini adalah diskografi yang kaya warna—dari Nuansa Bening hingga w R u—dan sebuah narasi abadi tentang seorang pria muda yang memilih untuk tersenyum dan berkarya, bahkan ketika tubuhnya sedang digerogoti dari dalam. Vidi Aldiano telah mengajarkan kita bahwa kualitas hidup tidak diukur dari seberapa lama kita bernapas, tetapi seberapa besar dampak yang kita berikan saat masih mampu melakukannya.
Selamat jalan, Vidi. Panggung abadimu kini jauh lebih indah.



