MONOCHROME.
Sport

Birokrasi Tunda Debut Sterling di Belanda: "Saya Siap, Tapi Izin Belum Turun"

S
Syadzili
February 14, 20263 min read
Raheem Sterling menunggu izin bermain di Belanda meski sudah siap menjalani debutnya bersama Feyenoord.
Raheem Sterling harus menunda debutnya di Belanda karena proses birokrasi izin bermain belum selesai meski ia sudah siap tampil.

ROTTERDAM — Antusiasme suporter Feyenoord menyambut kedatangan Raheem Sterling harus tertahan sejenak oleh realitas administratif. Hanya 48 jam setelah diresmikan sebagai rekrutan anyar klub Eredivisie tersebut, bintang Inggris ini dilaporkan belum diizinkan menginjakkan kaki di lapangan latihan Varkenoord akibat masalah izin kerja (work permit) yang belum rampung.

Situasi ini menjadi anti-klimaks sementara bagi Sterling, yang mendarat di Rotterdam dengan misi menghidupkan kembali kariernya setelah periode pembekuan total di Chelsea.

Ganjalan Administratif di Tengah Euforia

Kabar bergabungnya Sterling pada Kamis, 12 Februari 2026, mengguncang sepak bola Belanda. Namun, hingga Sabtu pagi ini (14/2), pemain berusia 31 tahun tersebut masih tertahan di ruang tunggu birokrasi. Aturan ketat ketenagakerjaan Belanda bagi warga negara non-UE (Pasca-Brexit) mewajibkan izin kerja resmi diterbitkan sebelum seorang pemain dapat berpartisipasi dalam aktivitas fisik apa pun dengan klub barunya, termasuk sesi latihan tertutup.

Absennya Sterling di sesi latihan Jumat kemarin hampir memastikan dirinya tidak akan diturunkan dalam laga Eredivisie melawan Go Ahead Eagles, Minggu besok. Ini menjadi tantangan awal bagi manajer Robin van Persie, yang berperan kunci dalam meyakinkan Sterling untuk menolak tawaran dari 18 klub lain demi berlabuh ke De Kuip.

Mantan penyerang Manchester City dan Liverpool ini tiba dengan kondisi kebugaran yang menjadi tanda tanya besar. Sterling tercatat tidak memainkan satu pun laga kompetitif sepanjang musim 2025/2026 setelah dibekukan dari skuad utama Chelsea sejak musim panas lalu.

Suara dari De Kuip: Ambisi dan Realita

Dalam pernyataan resminya saat perkenalan klub hari Kamis lalu, Sterling tidak menutupi rasa laparnya untuk kembali merumput, meski kini harus sedikit bersabar menunggu lampu hijau dari otoritas imigrasi.

"Bermain di luar negeri adalah tantangan yang benar-benar baru bagi saya—dan satu hal yang siap saya rangkul. Jujur saja, saya hanya ingin segera mulai," ujar Sterling dengan antusias, Kamis (12/2/2026).

Ia juga menyoroti bagaimana status bebas transfer memberinya kendali penuh untuk memilih proyek yang tepat, setelah mimpi buruk di London Barat.

"Sebagai pemain bebas agen, saya memiliki kesempatan—untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama—untuk mengendalikan langkah selanjutnya dalam karier saya. Setelah berbicara secara mendalam dengan CEO Dennis te Kloese dan Robin [van Persie], saya yakin Feyenoord adalah tempat di mana saya bisa bahagia dan membuktikan diri sebagai anggota tim yang berharga," tambahnya.

Di sisi lain, Robin van Persie menyadari bahwa kedatangan Sterling adalah kudeta transfer besar bagi Feyenoord, namun ia tetap realistis mengenai proses integrasi sang pemain.

"Tentu saja, merupakan prestasi fantastis bahwa kami berhasil meyakinkan pemain sekaliber Raheem untuk bergabung dengan kami. Resume sepak bolanya berbicara sendiri: dia adalah pemain yang kualitasnya dapat mengubah hasil pertandingan tanpa keraguan," ungkap Van Persie.

Masa Depan: Berpacu dengan Waktu

Feyenoord saat ini duduk di peringkat kedua Eredivisie, tertinggal 17 poin dari pemuncak klasemen PSV Eindhoven. Kedatangan Sterling bukan diproyeksikan untuk mengejar gelar liga yang tampaknya sudah lepas, melainkan untuk mengamankan posisi Liga Champions dan memberikan suntikan pengalaman mental juara di paruh kedua musim.

Begitu izin kerja diterbitkan—yang diharapkan tuntas awal pekan depan—fokus staf pelatih Feyenoord akan langsung beralih ke program kebugaran intensif. Marcel van der Kraan, pakar sepak bola Belanda, memperingatkan bahwa suporter mungkin perlu bersabar melihat versi terbaik Sterling, mengingat ia hanya berlatih secara individu selama hampir enam bulan.

Bagi Sterling, Belanda bukan sekadar persinggahan; ini adalah panggung pembuktian bahwa di usia 31 tahun, ia belum habis. Namun untuk saat ini, lawan terberatnya bukanlah bek lawan, melainkan dokumen imigrasi.

Sport#Liga Inggris#Premier League#Chelsea#London#La Liga#Liga Champions#North London#Raheem#Sterling
Bagikan: