MANCHESTER – Di tengah hiruk-pikuk persiapan kompetisi, Stadion Old Trafford, yang masyhur dengan julukan The Theatre of Dreams, bersiap menyuguhkan pemandangan kontras yang menyejukkan. Pada Selasa, 24 Februari mendatang, kandang Manchester United ini tidak akan bergemuruh oleh sorak-sorai gol, melainkan akan hening dalam kekhusyukan lantunan ayat suci Al-Qur'an.
Komunitas suporter muslim resmi klub, Manchester United Muslim Supporters Club (MUMSC), telah mengonfirmasi akan menggelar acara buka puasa bersama (Iftar) eksklusif di jantung stadion tersebut. Ini menandai tahun kedua berturut-turut manajemen klub membuka pintunya bagi tradisi Ramadan, menegaskan pesan bahwa sepak bola adalah rumah bagi semua golongan.
Dari Lapangan Hijau ke Ruang Ibadah
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Kamis, 12 Februari 2026, acara ini dirancang lebih intim dibandingkan edisi sebelumnya. Panitia menetapkan kuota terbatas sekitar 80 peserta, yang terdiri dari anggota resmi MUMSC, staf klub, serta perwakilan komunitas. Langkah ini diambil demi menjaga kekhusyukan ibadah di tengah kemegahan stadion berkapasitas 74.000 kursi tersebut.
Salah satu sorotan utama dalam agenda tahun ini adalah kehadiran Ibrahim 'Ibi' Idris, seorang Qari dan Imam terkemuka di Inggris. Sosok yang dikenal dengan suara emasnya ini dijadwalkan akan memimpin pembacaan Al-Qur'an, mengumandangkan adzan Maghrib yang akan menggema di lorong-lorong stadion, serta memimpin salat berjamaah.
"Kehadiran Ibi Idris diharapkan mampu membawa suasana spiritual yang lebih mendalam dan khusyuk bagi para peserta yang hadir di tengah kemegahan Old Trafford," tulis panitia dalam pernyataan resminya yang dikutip dari unggahan media sosial komunitas [1][3].
Suara Komunitas: Lebih dari Sekadar Sepak Bola
Inisiatif ini bukan sekadar seremoni makan bersama, melainkan simbol kuat dari integrasi nilai-nilai keagamaan dalam ekosistem olahraga profesional Inggris yang kian inklusif. Dalam rilisnya, MUMSC menekankan bahwa momentum ini dirancang untuk "mempererat ikatan kekeluargaan antarsuporter muslim Manchester United sekaligus merayakan nilai kebersamaan di bulan Ramadan" [2].
Asif Mahmud, Ketua MUMSC, dalam berbagai kesempatan sebelumnya telah menyuarakan pentingnya fasilitas ini bagi suporter. Semangat yang dibawa dalam acara tanggal 24 Februari nanti adalah kelanjutan dari visi besar tersebut:
"MUMSC selalu bekerja untuk memastikan bahwa penggemar Muslim merasa diakomodasi dan dihargai di Old Trafford. Ini adalah langkah maju yang signifikan, dan kami berterima kasih kepada klub karena bekerja sama dengan kami untuk mewujudkannya," ujar Mahmud, merefleksikan kolaborasi yang terus terjalin antara komunitas dan manajemen klub [6].
Masa Depan Inklusivitas di Premier League
Agenda Iftar di Old Trafford pada 24 Februari 2026 ini menambah daftar panjang klub-klub Premier League yang mulai merangkul keberagaman iman suporternya. Setelah suksesnya acara serupa pada Ramadan 2025 yang dihadiri ratusan orang termasuk pemain akademi, edisi tahun ini memperkuat posisi Manchester United sebagai pionir toleransi di kancah sepak bola global.
Bagi 80 peserta yang beruntung nanti, senja di Old Trafford tidak akan ditandai dengan peluit akhir pertandingan, melainkan dengan tegukan air zam-zam dan kurma, merayakan kemenangan spiritual di "Teater Impian".


