LONDON – Kepanikan di tubuh Tottenham Hotspur akhirnya berujung pada keputusan drastis. Setelah memecat Thomas Frank di tengah ancaman degradasi yang nyata, manajemen The Lilywhites resmi menunjuk mantan pelatih Juventus dan Lazio, Igor Tudor, sebagai manajer interim hingga akhir musim. Langkah ini diambil manajemen Spurs sebagai upaya darurat menyelamatkan klub yang kini terpuruk di peringkat ke-16 klasemen Premier League.
Krisis London Utara: Pertaruhan Terakhir Levy
Sabtu, 14 Februari 2026, menjadi titik balik krusial bagi Tottenham Hotspur. Klub London Utara tersebut mengonfirmasi penunjukan Tudor hanya tiga hari setelah pemecatan Thomas Frank, yang gagal total melanjutkan tongkat estafet dari Ange Postecoglou. Situasi di Tottenham Hotspur Stadium bisa dibilang kritis; mereka hanya terpaut lima poin dari zona degradasi, sebuah realitas yang tak terbayangkan bagi finalis Liga Champions 2019 tersebut.
Keputusan menunjuk Tudor, sosok yang dikenal dengan pendekatan disiplin keras dan taktis "man-marking" yang agresif, dinilai sebagai langkah "do-or-die". Daniel Levy dan jajaran direksi tampaknya tidak lagi mencari estetika permainan, melainkan hasil instan untuk menghentikan pendarahan poin yang telah berlangsung sejak pertengahan musim.
Tudor sendiri bukan sosok asing di level elit, meski rekam jejaknya penuh gejolak. Ia baru saja meninggalkan Juventus pada Oktober 2025 setelah serangkaian hasil buruk, namun sebelumnya sukses membawa Marseille finis di peringkat ketiga Ligue 1 dengan gaya permainan intensitas tinggi.
Suara Resmi: "Organisasi, Energi, dan Hasil Cepat"
Dalam pernyataan resminya yang dirilis siang ini waktu London, Tudor langsung menyoroti urgensi situasi yang dihadapinya. Tanpa basa-basi, pelatih berusia 47 tahun itu menegaskan bahwa fokus utamanya adalah membenahi mentalitas dan struktur tim yang rapuh.
"Merupakan suatu kehormatan untuk bergabung dengan klub ini pada momen yang penting," ujar Tudor dalam rilis resmi klub, Sabtu (14/02/2026).
"Saya memahami tanggung jawab yang diberikan kepada saya dan fokus saya jelas: membawa konsistensi yang lebih besar pada penampilan kami dan bersaing dengan keyakinan di setiap pertandingan. Ada kualitas yang kuat dalam skuad ini, dan tugas saya adalah mengorganisirnya, memberinya energi, dan meningkatkan hasil kami dengan cepat."
Senada dengan pelatih barunya, Direktur Teknis Tottenham, Johan Lange, menggarisbawahi alasan di balik pemilihan profil Tudor yang spesifik.
"Igor membawa kejelasan, intensitas, dan pengalaman melangkah ke momen-momen menantang dan memberikan dampak," kata Lange pada Sabtu (14/02/2026). "Tujuan kami sangat jelas – untuk menstabilkan performa, memaksimalkan kualitas dalam skuad, dan bersaing kuat di Premier League dan Liga Champions."
Baptisan Api di Derby London Utara
Tudor tidak punya waktu untuk beradaptasi. Ujian pertamanya adalah salah satu laga terpanas di kalender sepak bola Inggris: Derby London Utara melawan pemuncak klasemen, Arsenal, pada Minggu, 22 Februari mendatang.
Dengan kontrak yang hanya berjalan hingga Juni 2026, posisi Tudor jelas bersifat sementara. Spekulasi yang beredar menyebutkan bahwa manajemen Spurs sengaja mengosongkan kursi pelatih permanen untuk musim panas nanti, dengan nama Mauricio Pochettino—yang saat ini menangani Timnas Amerika Serikat—kembali mencuat sebagai target utama reuni emosional. Namun untuk saat ini, nasib Tottenham di kasta tertinggi ada di tangan dingin Igor Tudor.

