MONOCHROME.
Sport

Cunha: Fokus MU Raih Poin, Bukan Tantangan Viral Frank Illet

S
Syadzili
February 14, 20262 min read
Cunha: Fokus MU Raih Poin, Bukan Tantangan Viral Frank Illet
Matheus Cunha tegaskan skuad Manchester United lebih peduli poin liga dibanding tantangan potong rambut viral Frank Illet. Simak kritik pedas sang striker.

MANCHESTER — Di tengah hiruk-pikuk media sosial yang menuntut "penyelesaian" sebuah tantangan viral, penyerang Manchester United, Matheus Cunha, memilih untuk menarik garis tegas antara hiburan dunia maya dan profesionalisme lapangan hijau.

Sabtu (14/2/2026), narasi seputar Manchester United tidak didominasi oleh taktik Michael Carrick atau performa tim, melainkan oleh kekecewaan gagalnya "Frank Illet Challenge"—sebuah nazar viral dari penggemar bernama Frank Illet (dikenal sebagai The United Strand) yang bersumpah tidak akan memotong rambutnya hingga Setan Merah meraih lima kemenangan beruntun di semua kompetisi.

Tantangan yang telah berjalan selama 493 hari sejak Oktober 2024 ini nyaris berakhir pekan ini setelah United menang empat kali beruntun (melawan Man City, Arsenal, Fulham, dan Tottenham). Namun, hasil imbang 1-1 melawan West Ham United pada Selasa malam di London Stadium memupuskan harapan tersebut, sekaligus memicu respons tajam dari Cunha.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip luas oleh media olahraga global akhir pekan ini, Cunha menegaskan bahwa fokus ruang ganti tidak pernah teralihkan oleh sensasi rambut gondrong Illet, melainkan murni pada perolehan poin.

Suara dari Ruang Ganti

Berbicara kepada awak media, pemain asal Brasil yang didatangkan dari Wolves pada pertengahan 2025 ini memberikan pandangan yang sangat jujur dan tanpa filter mengenai fenomena tersebut.

"Orang-orang lebih khawatir tentang mendapatkan lima kemenangan karena potongan rambut itu daripada tentang 15 poin," ujar Cunha dengan nada serius, dikutip dari laporan Tribuna dan Goal (14/02/2026).

Cunha menekankan bahwa prioritas pemain adalah substansi kompetisi, bukan gimmick media sosial.

"Jadi, saya lebih memilih [fokus pada] 15 poin, saya sama sekali tidak peduli dengan potongan rambutnya. Kami membicarakannya kadang-kadang, tapi itu tidak terlalu memotivasi bagi kami. Kami tidak melihatnya sebagai sesuatu yang keren," tambahnya.

Lebih jauh, Cunha mengkritik bagaimana narasi viral ini justru mengaburkan apresiasi terhadap performa tim yang sebenarnya sedang menanjak di bawah asuhan Carrick.

"Tidak ada yang menginginkan lima kemenangan itu lebih dari kami... Tapi saya pikir adanya tekanan dari potongan rambutnya ini menyembunyikan sedikit keindahan yang bisa ada di musim ini," pungkas Cunha.

Konteks & Masa Depan

Komentar Cunha ini muncul di saat yang tepat untuk meredam histeria penggemar. Frank Illet sendiri, yang telah menjadi sensasi internet, harus kembali menunda kunjungannya ke tukang cukur. Legenda klub, Wayne Rooney, bahkan turut mengkritik fenomena ini dengan menyebutnya sebagai "gangguan" yang tidak relevan bagi klub sebesar Manchester United.

Bagi skuad Carrick, pesan Cunha jelas: hitungan kemenangan dimulai kembali dari nol, namun fokus mereka tetap pada tiket Liga Champions, bukan pada panjang rambut seorang penggemar di tribun.


Sport#Manchester City#Cityzen#Etihad Stadium#Manchester United#Liga Inggris#Old Trafford#Premier League#Bryan Mbeumo#Michael Carrick#Bruno Fernandes#Ryan Giggs#Paul Scholes
Bagikan: