MARSEILLE, Minggu, 15 Februari 2026 – Guncangan di tubuh Olympique de Marseille (OM) berubah menjadi gempa dahsyat siang ini. Hanya beberapa hari setelah kepergian pelatih Roberto De Zerbi, Direktur Olahraga Medhi Benatia secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya melalui pernyataan publik yang emosional namun tegas. Keputusan ini mengakhiri spekulasi selama sepekan terakhir dan menandai runtuhnya pilar proyek olahraga OM musim ini.
Dampak: Akhir Era De Zerbi-Benatia
Langkah Benatia ini bukan sekadar pergantian staf; ini adalah sinyal bahaya bagi manajemen klub. Kepergiannya menyusul hasil imbang mengecewakan 2-2 melawan Strasbourg di Stade Vélodrome pada Sabtu, 14 Februari 2026, di mana atmosfer permusuhan dari tribun penonton—termasuk spanduk bertuliskan "McCourt / Longoria cassez-vous" (McCourt / Longoria pergilah)—semakin memperkeruh situasi.
Benatia, yang didatangkan untuk menjadi arsitek di balik layar bersama De Zerbi, memilih untuk tidak bertahan di tengah "iklim ketidakpuasan" yang menyelimuti klub. Keputusan ini meninggalkan Presiden Pablo Longoria sendirian menghadapi amarah suporter dan ketidakpastian sisa musim, dengan kualifikasi Liga Champions yang kini dipertaruhkan.
Konteks: Kronologi Satu Minggu yang Mematikan
Krisis ini bermula dari kekalahan memalukan 0-5 di Le Classique melawan Paris Saint-Germain pada Minggu, 8 Februari 2026. Hasil tersebut memicu efek domino yang cepat:
Senin, 9 Februari 2026: Roberto De Zerbi dan manajemen sepakat untuk berpisah. Pada hari yang sama, Benatia mengajukan pengunduran dirinya secara internal sebagai bentuk solidaritas dan tanggung jawab, namun awalnya ditolak oleh pemilik klub Frank McCourt dan Presiden Pablo Longoria.
Rabu, 11 Februari 2026: Benatia berbicara di hadapan skuad di pusat latihan La Commanderie, menantang komitmen para pemain.
Sabtu, 14 Februari 2026: OM gagal bangkit dan ditahan imbang Strasbourg, memicu protes keras dari suporter.
Minggu, 15 Februari 2026: Benatia merilis pernyataan resmi bahwa ia tidak akan melanjutkan perannya.
Dalam pernyataan yang dirilis siang ini pukul 13.48 waktu setempat, mantan bek Juventus tersebut menegaskan bahwa keputusannya sudah bulat sejak awal pekan, menepis narasi bahwa ia hanya "menggertak".
Voice: "Klub Selalu Lebih Penting dari Individu"
Dalam pesan perpisahannya yang dirilis hari ini, Minggu, 15 Februari 2026, Medhi Benatia menumpahkan alasannya dengan kejujuran brutal mengenai situasi internal klub. Ia menekankan bahwa kehadirannya tidak boleh menjadi beban bagi organisasi yang ia cintai.
"Kalian tahu kejujuran dan transparansi saya: mengingat ketegangan di sekitar manajemen, saya memang telah mengajukan (dan bukan mengusulkan) pengunduran diri saya, karena menurut saya, klub akan selalu lebih penting daripada individu dan saya tidak ingin kehadiran saya menjadi hambatan atau beban bagi organisasi atau perkembangannya." — Medhi Benatia, Pernyataan Resmi, 15 Februari 2026.
Benatia juga menyoroti realitas keras bekerja di Marseille, di mana proses sering kali diabaikan jika skor akhir tidak memuaskan.
"Di Marseille, hasil adalah satu-satunya hakim perdamaian. [...] Saya merasakan ketidakpuasan yang meningkat, sebuah keretakan yang sangat saya sesali." — Medhi Benatia, Pernyataan Resmi, 15 Februari 2026.
Sebelumnya, dalam momen ketegangan tinggi di ruang ganti pada Rabu, 11 Februari 2026, Benatia sempat melontarkan ultimatum kepada para pemain yang ia anggap tidak mau mengikuti standar disiplin tinggi yang ia dan De Zerbi terapkan.
"Jika aturannya terlalu ketat, saya bisa pergi dan membiarkan kalian tenang. Katakan saja. Jika tidak, kita buka lembaran baru dan maju bersama." — Medhi Benatia, Pidato kepada Pemain di La Commanderie, 11 Februari 2026.
Sayangnya, "lembaran baru" itu tidak pernah terbuka. Hasil imbang melawan Strasbourg kemarin menjadi bukti bahwa pesan tersebut mungkin tidak sepenuhnya terserap, mempercepat pintu keluar bagi sang direktur.
Masa Depan: Ketidakpastian Menghantui Vélodrome
Kepergian Benatia meninggalkan lubang besar dalam struktur olahraga OM. Klub kini harus segera mencari pengganti untuk menavigasi sisa musim dan bursa transfer musim panas mendatang. Nama Habib Beye, yang baru saja berpisah dengan Rennes, santer disebut sebagai kandidat favorit untuk mengisi kekosongan manajerial atau bahkan peran yang lebih luas, meski situasi internal yang toksik mungkin menjadi penghalang.
Bagi Benatia, reputasinya di Italia masih sangat kuat, dengan beberapa klub Serie A dikabarkan memantau situasinya. Namun bagi Olympique de Marseille, hari ini adalah hari berkabung bagi sebuah proyek ambisius yang runtuh bahkan sebelum genap berjalan dua tahun.

