MILAN, Sabtu (7/2) – Langit di atas Stadion San Siro, Milan, dan Piazza Dibona di Cortina d’Ampezzo menyala serentak tadi malam, menandai dimulainya Olimpiade Musim Dingin 2026 dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah 130 tahun gerakan Olimpiade modern.
Dalam sebuah seremoni yang menembus batas geografis, legenda ski Italia Alberto Tomba di Milan dan Deborah Compagnoni di Cortina menyalakan dua kaldron Olimpiade secara simultan pada pukul 22.45 waktu setempat (Jumat, 6/2). Momen ini menjadi puncak dari upacara pembukaan bertajuk "Armonia" (Harmoni), yang menyatukan kemegahan metropolitan Milan dengan keheningan magis Pegunungan Dolomit yang berjarak 400 kilometer.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, upacara pembukaan digelar di dua lokasi utama secara bersamaan. Di San Siro, 75.000 penonton menyaksikan parade atlet yang dipimpin oleh delegasi Yunani, sementara di Cortina, atmosfer lebih intim terasa di tengah salju alami Pegunungan Alpen.
Kaldron yang dinyalakan Tomba dan Compagnoni memiliki desain futuristik yang terinspirasi dari sketsa "Knots" karya Leonardo da Vinci, melambangkan ikatan tak terputus antara manusia dan alam.
Presiden Republik Italia, Sergio Mattarella, secara resmi membuka perhelatan ini dari tribun kehormatan di San Siro. Dalam pidato singkat namun penuh makna, ia menekankan pentingnya persatuan di tengah fragmentasi global.
"Milan dan Cortina akan memiliki seluruh Italia di belakang mereka. Ini adalah kompetisi yang menawarkan kepada dunia tontonan nilai yang luar biasa, persahabatan, dan kemanusiaan," ujar Mattarella sesaat sebelum kembang api merah-putih-hijau mewarnai langit Lombardia, Jumat (6/2) malam.
Pesan Perdamaian di Tengah Krisis Global
Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, menggunakan panggung ini untuk kembali menyerukan "Gencatan Senjata Olimpiade". Di tengah ketidakpastian geopolitik yang melanda dunia pada awal 2026, Bach menegaskan bahwa olahraga harus tetap menjadi jembatan, bukan tembok.
"Di dunia kita yang rapuh, di mana perpecahan, konflik, dan ketidakpercayaan sedang meningkat, kita menunjukkan kepada dunia: ya, adalah mungkin untuk menjadi rival yang sengit, namun pada saat yang sama hidup bersama dengan damai dan saling menghormati," tegas Bach dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan meriah di San Siro."
Spektakel Budaya dan Masa Depan
Acara yang berlangsung selama tiga jam ini dimeriahkan oleh penampilan diva pop Mariah Carey dan tenor legendaris Andrea Bocelli, yang membawakan lagu tema dengan latar orkestra visual yang memukau. Giovanni Malagò, Presiden Komite Penyelenggara Milano-Cortina 2026, menyebut malam ini sebagai pembuktian kapasitas Italia.
"Upacara pembukaan ini adalah perayaan semangat besar Italia: sebuah kisah tentang keindahan, kreativitas, dan identitas yang membuat dunia iri pada kita," ungkap Malagò kepada pers setelah acara usai.
Dengan api yang kini berkobar di dua kota, fokus dunia beralih ke 2.900 atlet dari 92 negara yang akan memperebutkan 116 medali emas. Kompetisi resmi dimulai pagi ini, Sabtu (7/2), dengan cabang unggulan ski alpen dan seluncur indah yang siap mencetak sejarah baru di atas es Italia.
Olimpiade Milano-Cortina 2026 bukan sekadar ajang olahraga; ini adalah eksperimen logistik raksasa yang, jika sukses, akan menjadi cetak biru bagi penyelenggaraan acara global yang berkelanjutan dan terdesentralisasi di masa depan.

