JAKARTA – Istilah "voucher penalti" kembali mencuat di ruang ganti dan tribun penonton di seluruh Eropa. Memasuki pertengahan Februari 2026, persaingan di lima liga top Eropa (Premier League, La Liga, Serie A, Bundesliga, dan Ligue 1) tidak hanya soal poin, tetapi juga tentang siapa yang paling sering diuntungkan oleh keputusan wasit di titik putih.
Sebagai jurnalis yang berpijak pada data, saya telah membedah statistik terbaru dari musim 2025/2026 yang sedang berjalan, serta menyandingkannya dengan rekor penuh musim 2024/2025 sebagai konteks historis yang krusial. Apakah narasi favoritisme itu nyata, atau sekadar bias kognitif fans?
Konteks: Bayang-Bayang Rekor Madrid dan Anomali Musim Ini
Sebelum membedah angka terkini per 15 Februari 2026, kita harus melihat patokan "standar emas" voucher penalti yang tercipta musim lalu. Berdasarkan laporan komprehensif Sportingpedia yang dirilis pasca-musim lalu, Real Madrid adalah raja mutlak Eropa musim 2024/2025 dengan 14 penalti yang diberikan kepada mereka di La Liga.
Angka tersebut menjadi tolok ukur ekstrem. Musim ini, pola distribusi sedikit bergeser. Di Serie A, kejutan terjadi dengan masuknya AC Milan dan tim promosi Pisa ke jajaran teratas penerima penalti, sebuah anomali yang jarang terjadi di sepak bola Italia. Sementara di Premier League, dominasi Liverpool di titik putih mulai mendapat saingan.
Berikut adalah temuan kunci dari data statistik per pertengahan musim 2025/2026 dan rekapitulasi musim sebelumnya:
Suara Lapangan: Data Melawan Narasi
Seringkali, persepsi publik bertabrakan dengan fakta di lapangan. Sebuah laporan investigasi dari Goal.com yang diterbitkan pada akhir musim lalu memberikan perspektif penting yang masih relevan hingga hari ini. Laporan tersebut membongkar mitos bahwa VAR selalu menguntungkan tim besar tertentu.
Dalam artikel bertanggal 31 Mei 2025, Goal.com menuliskan temuan mengejutkan terkait Real Madrid, yang sering dituduh sebagai "anak emas" wasit:
"According to a report from AS, VAR (Video Assistant Referee) set a new record in the 2024–25 La Liga season with a total of 189 interventions... Real Madrid were among the most penalised teams, with 16 interventions going against them and only nine in their favour."
— Goal.com, 31 Mei 2025
Kutipan ini penting sebagai pengingat: banyaknya penalti yang didapat (14 penalti) tidak selalu berbanding lurus dengan keuntungan VAR secara keseluruhan (net negatif).
Namun, efisiensi adalah cerita lain. Data dari StatMuse yang diperbarui untuk musim berjalan menyoroti efektivitas lini serang di Italia. Hingga periode pelaporan pertengahan musim ini, StatMuse mencatat tren di Serie A:
"Milan, Fiorentina and Pisa are tied for scoring the most penalties in Serie A this season, with 5 penalties scored."
— StatMuse, Data Musim 2025/2026 (Diakses Februari 2026)
Sementara itu, menengok ke belakang pada data final musim 2024/2025 yang dirilis Transfermarkt pada 8 Juli 2025, dominasi tim Iberia sangat terasa:
"Looking only at penalties received, Real Madrid topped the charts with 14, while Portuguese sides Sporting Lisbon and Benfica ranked next with 13 and 12, respectively."
— Sportingpedia/Transfermarkt, 8 Juli 2025
Analisis & Proyeksi: Siapa Pemegang "Voucher" Terbanyak 2026?
Berdasarkan data agregat dari StatMuse, Transfermarkt, dan Besoccer hingga Minggu, 15 Februari 2026, berikut adalah peta kekuatan "voucher penalti" saat ini:
Serie A (Italia): Persaingan paling ketat terjadi di sini. AC Milan, Fiorentina, dan Pisa sama-sama memimpin dengan 5 penalti sukses. Munculnya Pisa, klub yang baru promosi (dalam skenario musim ini), sebagai salah satu penerima penalti terbanyak menunjukkan agresivitas permainan mereka di kotak terlarang, atau mungkin ketidaksiapan bek lawan menghadapi gaya main mereka.
La Liga (Spanyol): Meski musim lalu Real Madrid mendominasi dengan 14 penalti, musim ini distribusi lebih merata. Namun, Los Blancos tetap menjadi ancaman utama di kotak penalti lawan, mengingat tren historis mereka dalam memprovokasi pelanggaran melalui pemain sayap cepat.
Premier League (Inggris): Musim lalu, Liverpool memimpin dengan 9 penalti (semuanya dieksekusi Mohamed Salah). Musim ini, tren menunjukkan penyebaran yang lebih luas, dengan tim-tim seperti Bournemouth (via Evanilson) mulai sering mendapatkan hadiah penalti, menunjukkan bahwa tim papan tengah semakin cerdik mengeksploitasi VAR.
Bundesliga (Jerman): Bayern Munich tetap menjadi kekuatan dominan. Setelah mendapatkan 9 penalti di musim 2024/2025, Harry Kane dkk. terus menjaga rasio konversi yang tinggi. Bundesliga juga mencatat rekor konversi penalti terendah musim lalu (hanya 69,23%), sebuah statistik yang sedang coba diperbaiki oleh para eksekutor musim ini.
Masa Depan: VAR di Sisa Musim
Menuju akhir musim 2025/2026, sorotan akan tertuju pada konsistensi wasit. Jika tren di Serie A berlanjut, kita mungkin akan melihat sejarah baru di mana tim promosi (Pisa) bisa mengungguli raksasa seperti Inter atau Juventus dalam jumlah hadiah penalti.
Bagi para penggemar, perdebatan soal "voucher" tidak akan pernah usai. Namun data per 15 Februari 2026 menunjukkan satu hal pasti: narasi bahwa hanya satu tim super yang selalu diuntungkan mulai terbantahkan oleh statistik yang lebih merata di seluruh liga top Eropa.
