JAKARTA: Arus mobilitas masyarakat mencapai puncaknya hari ini, Senin (16/2/2026), seiring berlakunya Cuti Bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Kombinasi libur akhir pekan dan tanggal merah yang jatuh besok, Selasa (17/2/2026), menciptakan periode long weekend empat hari yang dimanfaatkan jutaan warga untuk meninggalkan wilayah aglomerasi menuju destinasi wisata domestik.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pergerakan wisatawan pada "Tahun Kuda Api" ini menunjukkan pergeseran pola yang signifikan. Data lapangan mengindikasikan bahwa alih-alih sekadar memadati destinasi mainstream, pelancong, yang didominasi Generasi Z, kini memburu pengalaman berbasis budaya dan keberlanjutan.
Konteks: Empat Hari Napas Ekonomi
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang telah menjadi rujukan nasional, pemerintah menetapkan hari ini sebagai jembatan libur strategis. Periode libur terhitung sejak Sabtu (14/2/2026) hingga besok Selasa (17/2/2026). Momentum ini menjadi ujian pertama bagi target ambisius sektor pariwisata tahun 2026.
Data Kementerian Pariwisata memproyeksikan target pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) yang masif untuk tahun ini, menembus angka miliaran perjalanan, serta target wisatawan mancanegara (wisman) di kisaran 17 juta kunjungan. Fokus utama tidak lagi sekadar kuantitas, melainkan kualitas belanja dan lama tinggal (length of stay).
Laporan Indonesia Tourism Outlook 2025/2026 menyoroti tren baru yang disebut "Cultural Immersion" atau penyelaman budaya. Wisatawan tidak lagi hanya menjadi penonton, melainkan pelaku aktif yang ingin merasakan kehidupan lokal secara autentik.
Suara Otoritas: Target dan Realita
Dalam keterangannya terkait strategi besar tahun ini, Plt. Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan besarnya skala pergerakan yang diincar pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi sektor riil.
"Pertama adalah pergerakan wisatawan nusantara yang ditargetkan mencapai 1,08 miliar, wisatawan mancanegara antara 17 juta hingga 18 juta, kontribusi terhadap PDB mencapai 4,6 persen, hingga devisa pariwisata mencapai 22,1-25,2 miliar dolar AS," ungkap Ni Made Ayu Marthini [1].
Pernyataan tersebut menggarisbawahi beban ekonomi yang ditumpukan pada periode libur panjang seperti Imlek kali ini. Senada dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam koordinasi terbarunya menyoroti capaian dan target yang terus dikerek naik seiring pulihnya kepercayaan global.
"Target akhir tahun 2025 yang diproyeksikan mencapai 15 juta kunjungan wisman ini sudah tercapai, dan di tahun 2026 targetnya sebesar 16-17,6 juta kunjungan. Pendapatan devisanya diperkirakan antara Rp22 sampai Rp24,7 miliar dan kontribusinya terhadap PDB bisa naik menjadi 4,5 sampai 4,7 persen," jelas Airlangga [2].
Di sisi lain, perubahan perilaku wisatawan yang terjadi di lapangan, terutama pada libur Imlek ini, dipicu oleh demografi pelancong yang semakin muda. Firnandi Gufron, Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata, sebelumnya telah memprediksi dominasi Generasi Z dalam mengubah peta pariwisata nasional tahun ini.
"Tren pariwisata Indonesia pada 2026 diperkirakan akan mengalami pergeseran signifikan, dengan generasi Z menjadi penggerak utama perubahan arah wisata nasional," ujar Firnandi [3].
Ia menambahkan bahwa pemerintah kini memperluas promosi agar wisatawan tidak hanya terpaku pada satu destinasi.
"Kami ingin mengenalkan Indonesia bukan hanya Bali. Indonesia punya segalanya, dari keindahan alam hingga lebih dari 1.300 sub-etnis dengan budaya yang luar biasa," tambahnya [3].
Prospek: Menuju Pariwisata Berkualitas
Libur Imlek 2026 menjadi barometer awal keberhasilan transisi menuju quality tourism. Jika target pergerakan 1,08 miliar wisnus ingin tercapai, diversifikasi destinasi menjadi kunci. Tren bleisure (bisnis dan rekreasi) dan wisata kebugaran (wellness tourism) yang mulai menggeliat di akhir pekan ini diprediksi akan terus menopang okupansi hotel dan pendapatan UMKM daerah hingga akhir tahun.
Masyarakat diimbau untuk tetap memantau rekayasa lalu lintas pada arus balik yang diprediksi terjadi besok sore hingga Rabu pagi, usai perayaan puncak Tahun Baru Imlek.



